Minggu, 26 Mei 2019

KISAH BARSESO MENYEKUTUKAN TUHANNYA


Disuatu daerah di Jawa Timur. Terdapat sebuah pondok yang cukup besar. Ribuan santri belajar ilmu agama disana dengan seorang Kyai yang sangat masyhur didaerahnya. Dia adalah seorang yang sangat hebat.Dalam dirinya ketika seseorang berada diatasnya maka ia harus berada diatasnya lagi atau ketika ada orang yang kehebatannya melebihi dirinya maka ia harus bisa menandinginya. Nama kyai tersebut adalah kyai Barseso.

Suatu hari kyai barseso sedang berjalan – jalan pada sebuah ilalang yang sangat panjang. Dia melihat ada makhluk yang sholat berada diatas ilalang. Dia tak tau bahwa makhluk itu adalah syetan yang menyerupai seorang manusia yang sangat bertaqwa kepada Allah. Barseso ingin memiliki ilmu itu. Sehingga ia langsung menghampiri makhluk itu dan bertanya.
’’Wahai makhluk Allah mengapa engkau bisa sholat berdiri diatas ilalang?, bisakah aku belajar ilmu itu kepadamu’’. Tanya Barseso kepada syetan.
’’ Aku bisa begini karena ketaqwa’anku pada Allah, jika kamu mau seperti aku ada persyaratan yang harus kamu lakukan’’. Jawab syetan kepada Barseso dengan kata – kata yang meyakinkan kepada Barseso jikalau dia adalah makhluk Allah yang sangat mulia.
’’Persyaratan apa itu?’’. Tanya Barseso penasaran.
’’Jika kamu ingin mempunyai ilmu seperti saya maka kamu harus meminum khamer’’. Jawab syetan.

 Barseso bingung mau memilih yang mana antara menyekutukan tuhan Nya yakni meminum khomer yang jelas hukumnya haram jika orang mukmin meminumnya dan tidak akan diterima ibadahnya selama empat puluh hari,empat puluh malam. Dan jikalau tidak meminumnya berarti ilmu yang dipelajari tiak sempurna. Resah gelisah kini menghantui Barseso. Dua pilihan yang sangat memberatkan hatinnya. Para syetan bergerumpul berada dekat sekali dengan Barseso dan merayunya untuk memiliki ilmu itu. Namun iman dari dalam hati Barseso dapat menepisnya. Syetanpun tak mau kalah dengan berbagai bisikan bisikan dan rayuan rayuan ghaib, para setan mampu menarik hati Barseso.

Dan setelah berfikir panjang, akhirnya Barsesopun memutuskan untuk meminum khamer tersebut dan akan dapat bersembahyang di atas rumput seperti halnya syetan itu. Dalam benak Barseso berkata pada dirinya sendiri.
’’ Alah setelah aku meminum khamer ini aku akan bertobat kepada Allah dan menyesali perbuatanku’’.ucap barseso dalam hati.

Malang menimpa Barseso setelah meminum khamer, tidak ilmu sakti yang diraihnya namun rasa sakit saat harus mati dalam keadaan kafir. Ilmu yang bertahun tahun Ia cari tak ada gunanya. Barseso yang dulunya seorang kyai besar kini hanya seorang yang rapuh. Saat nyawa telah ditenggorokan ingin sekali mengucapkan dua kalimat sahabat seraya bertobat memohon ampun atas satu perbuatan kemaksiatan terbesar bagi dirinya. Namun apalah daya Allah maha segalanya . Allah mengetahui apa yang tidak diketahui oleh makhluknya.

Seorang yang besar acapkali diartikan orang yang tak pernah melakukan kesalahan sedikitpun. Namun pengertian tersebut salah besar. Karena tidak ada makhluk ciptaanNya yang sempurna kecuali Nabi Muhammad saw. Seorang ahli kitab juga para kyai pernah melakukan kesalahan. Karena mereka adalah makhluk yang diberikan anugrah terindah berupa akal dan nafsu.

Namun jangan salah diartikan. Allah memberikan nafsu kepada hambanya agar sihamba dapat bertindak sesuai dengan hati nuraninya. Nafsu bukan menjadi ajang kita untuk beralasan mengapa kita berbuat salah. Presepsi ini harus dihilangkan. Karena seseorang yang mengatakan  jika dirinya tidak sempurna adalah seseorang yang tidak tahu apa potensi dalam dirinya. Justru kita harus membuktikan jka kita juga dapat sempurna walaupun diatas keterbatasan yang kita miliki.

Akal dan nafsu adalah dua hal yang berkaitan. Seseorang dikatakan manusia apabila memiliki kedua hal ini. Terlepas dari semua itu., manusia yang baik adalah manusia yang dapat menempatkan akal dan nafsu dimana keduanya ditempatkan. Bayangkan saja sepeda motor. Gas adalah nafsunya dan rem adalah akalnya. Seorang pengemudi harus pintar dan bijak pada kendaraan yang dikendarainya.

Kehidupanpun bagai lalu lintas dijalan raya. Pertama Saat kita akan menuju kesebuah tempat didepan kita pasti ada pengendara lain juga yang berada dibelakang kita. Itu menandakan jika kita tidak boleh sombong ingat didepan kita masih ada orang lain yang lebih dari kita. laju kendaraan penendara yang didepan kita lebih tinggi daripada kita, maka kita tidak boleh sombong dengan apa yang telah kita miliki. Dan ingatlah dibelakang kita juga masih terdapat kendaraan lain yang laju kendaraannya lebih lambat dari kita jadi kita tidak boleh mengeluh dan berputus asa.

Kedua,mematuhi peraturan yang ada. Banyak sekali rambu rambu di depan atau dipenggir jalan raya. Sepatutnya kita sebagai pengemudi yang baik harus mematuhi dan mentaati peraturan yang ada. Peraturan yang dibuat oleh pemerintah karena ingin menekan angka kecelakaan yang terjadi dijalan raya. Begitupun dengan Tuhan, Allah melarang kita berbuat maksiat dan menyuruh kita berbuat baik atau disebut taqwa semata mata ingin menjauhkan kita dari kesengsaraan baik itu hidup atau mati. Tinggal pengemudinya saja, jika mau menaati peraturan akan selamat hidupnya, begitupun sebaliknya. Jika sipengendara tidak mematuhi maka celakalah ia. Jadi jika ingin hidup kita selamat kerjakan apa yang diperintahkan juga jangan coba coba sesekali kita melanggar apa yang telah Ia larang.

Ketiga, saat terdapat pengendara lain mengalami kecelakaan hendaknya kita sebagai pengendara lain ikut mengulurkan tangan kita membantu dan meonlong pengendara itu. Begitupun dengan kehidupan dimasyarakat. Jika seseorang diantara kita yang mengalami musibah baik itu terkena bencana, ataupun melakukan perbuatan maksiat. Hendaknya kita mengingatkan dan saing membantu, hukum alam masih akan terjadi.

Sedikit pesan dari penulis:” kita tidak tau malang akan menjemput kita kapan, sepatutnya kita sebagai makhlukNya senantiasa memohon ampun dengan segala dosa yang kita lakukan disetiap detiknya. Tobat adalah kata yang mudah untuk diucapkan, namun melaksanakan tobat dan segala konsekuensinnya adalah hal terbesar yang sangat sulit untuk dilakukan, berusahalah menjadi orang baik, baik itu benar sedang benar belum tentu baik”.

















Cerpen karangan Widiawati Kholifa seorang penulis kecil yang mempunyai cita-cita tinggi menjadi penulis hebat seperti Asma Nadia. Karya-karya tulisnya yang pernah dipublikaskan antara lain assalamu’alaikum cinta, maafkan aku surya esai redup cahaya disendang gong, esai satu desa berjuta cerita dll, dan beberapa penggalan puisi diantaranya untukmu sang presidenku,gawe negaraku, asa untuk batu dan lain-lain.  Namun hanya dimading dan dan blog pribadinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar