Asal Usul Desa Selorejo Fiksi
Selorejo
adalah desa di Kecamatan Baureno Kabupaten Bojonegoro. Daerahnya berada di
sebelah timur pegunungan kapur Sigit. Nama Selorejo sendiri diambil dari
rentetan kejadian di masa lalu hingga dapat terbentuk desa asri satu ini. Berikut
asal usul Desa Selorejo.
Dahulu
kala ada seorang pengembara bernama Aki Kedot, ia adalah seorang pemimpin
kelompok pengembara yang terkenal dengan kecerdikan dan kesaktian ilmunya. Dia
mempunyai seorang penasihat yang bernama Aki Gading. Selain Aki Gading, Aki
Kedot juga memiliki seorang pengawal yang sangat jujur, ia adalah Aki Klitheh.
Suatu
hari, Aki Kedot dan pengawalnya pergi ke sebuah hutan belantara di timur
Pegunungan Sigit. Daerahnya loh jinawi, hampir semua tanaman dapat
tumbuh subur disana. Hingga pada akhirnya Aki Kedot memutuskan untuk memiliki
dan mengumumkan kepada semua orang bahwa tanah yang ditemukannya itu adalah
tanah miliknya, karena menurut dia, dialah yang menemukan tanah itu untuk
pertama kalinya.
Namun,
berita kepemilikan tanah itu terdengar oleh Aki Trojiwo, seorang pemimpin
kelompok pengembara lain yang terkenal arif nan bijaksana yang mengakui juga bahwa
dirinyalah yang menemukan daerah yang sangat subur itu untuk pertama kalinya,
jauh sebelum kelompok pengembara pimpinan Aki Kedot itu datang. Hal itupun
dibenarkan oleh Aki Rubung yang merupakan penasihat Aki Trojiwo, dan juga
pengawalnya yang bernama Aki Jenggot. Akan tetapi kebenaran jika Aki Trojiwo
yang pertama kali menemukan daerah itu, tidak dapat diterima oleh Aki Kedot.
Hingga akhirnya kedua pimpinan kelompok pengembara besar itu sepakat bertemu
pada saat bulan purnama tiba, di tengah wilayah daerah yang mereka perebutkan.
Bulan
purnamapun tiba. Sengketa tanah diantara kedua kelompok itupun terjadi, mereka
bersitegang memperebutkan tanah yang diklaim sama-sama milik mereka. Aki Kedot
telah mempersiapkan semuanya, seluruh bala tentaranya dikerahkan untuk perang
ini. Aki Trojiwopun tak mau kalah. Ia juga membawa seluruh pasukan khusus yang
telah ia ajar sebelumya. Perangpun terjadi.
“Aki,
ketahuilah, telah banyak memakan korban atas peperangan diantara aku dan
engkau, aku tak mau jika seluruh kelompokku, ataupun anggota kelompokmu binasa
sia-sia karena peperangan ini, jikalau memungkinkan, sudahilah peperangan ini
dan kita bicarakan masalah ini dengan baik-baik, dengan hati bersih, dengan
pikiran yang tenang,” ucap Aki Kedot di tengah peperangan.
“Akupun
berpemikiran sama, pertumpah darahan tak akan menyelesaikan sebuah masalah, karena
kebencian berlandaskan dendam tak akan membawa hidup dalam ketenangan, ya sudah
apa keinginanmu?” jawab Aki Trojiwo dengan bijaksana.
Mereka
berduapun bersepakat untuk melakukan perjanjian yang isinya “Bahwa masing-masing kelompok untuk babat
alas dalam waktu satu bulan (tepatnya pada malam bulan purnama
selanjutnya), siapa yang memperoleh wilayah paling luas maka dia yang berhak
atas wilayah tersebut.”
Haripun silih berganti, hasil pembabatan hutanpun sudah mulai terlihat. Ini
adalah hari ke 10 mereka bekerja. Namun, ada yang terlihat aneh, asap
membumbung begitu tebal dari hutan belantara di kawasan Baureno itu. Dan benar,
itu adalah ulah Aki Kedot. Dia menggunakan akal cerdiknya untuk mendapatkan
daerah kekuasaannya itu dengan cara membakar hutan. Sedang Aki Trojiwo dan
kelompoknya yang membabat hutan dengan cara menggunakan alat sekadarnya dibuat
kebingungan. Bagaimana tidak?. Hampir seperempat dari hutan itu telah terbakar.
Untuk menangkal api yang teruslah mengobar, maka Aki Trojiwopun membuat sebuah
parit kecil.
Bulan purnamapun tiba. Kedua kelompokpun berkumpul untuk membagi daerah
kekusaan mereka. Dengan hasil yang begitu luas namun tidak subur karena gersang
terbakar, maka Aki Kedot berhak atas wilayah tersebut. Namun, Aki Trojiwo
menyangkal jika tanah yang didapatkan oleh Aki Kedot tidak sah, dan melanggar
aturan. Sebab api yang menjalar akibat pembakaran hutan belum sepenuhnya padam
dalam waktu satu bulan. Setelah terjadi adu mulut akhirnya diadakan perundingan
lagi dan hasilnya wilayah tersebut dibagi menjadi dua, hasil pembakaran hutan
sebagai wilayah Aki Kedot, dan hasil babatan sebagai hasil Aki Trojiwo dengan
batas parit yang telah dibuat oleh kelompoknya.
Karena sudah punya wilayah masing-masing maka tiba musim tanam di wilayah
Aki Kedot tanaman sulit tumbuh karena tanahnya kering dan berkerikil sehingga
hasil tanamnya kurang memuaskan dan sedikit bergerombol pating tleming,
tidak semua tanahnya subur untuk lahan bercocok tanam neser-neserno. Maka
dari hal itu Aki Kedot memberi nama wilayahnya dengan nama ”Srening”. Lain
halnya dengan wilayah Aki Trojiwo, segala jenis tanaman bisa tumbuh dengan
subur dan lebat walaupun tanpa pupuk seperti lebatnya jenggot, maka wilayahnya
diberi nama ”Jenggot”.
Seiring berjalannya waktu
kedua pemimpin sepakat untuk menggabungkan kedua wilayahnya, tapi yang menjadi
persoalan adalah masing-masing berebut ingin menjadi pemimpin. Maka diadakan
pertemuan dan akhirnya diadakan sayembara adu jago, maka keduanya mulai
mempersiapkan jagonya. Pihak Jenggot dengan botohnya Aki Rubung dan pihak
Srening dengan botoh Aki Kliteh. Dari adu jago tersebut ternyata ayam Aki
Kliteh kalah dan lari klubukan kemudian bersembunyi atau delik untuk
itu wilayahnya sampai sekarang bernama Dusun Klubuk dan Dusun Delik. Sedangkan
padepokan Aki Kliteh menjadi Dusun Kliteh, sementara itu Padepokan Aki Rubung
menjadi Dusun Krubung. Karena kekalahan adu jago tersebut akhirnya Aki Kliteh
pergi ke daerah Lamongan, dan akibat kekalahan tersebut Aki Kedot sendiko
dawuh pada Aki Trojiwo.
Aki Trojowo membuat
kebijakan bahwa Srening menjadi dukuhan dan sebagai krajan yaitu Jenggot,
agar tidak terpecah lagi para pemimpin memberi nama ”Selorejo”. Selo di ambil
dari wilayah Srening yang tekstur tanahnya bebatuan (sélo), dan Rejo diambil
dari wilayah Jenggot yang tanahnya subur makmur. Sesuai perjanjian maka
tampuk kepemimpinan dipegang oleh Aki Trojiwo, dan Aki Kedot sebagai pimpinan Dusun
Srening.
Biodata Pengarang
Nama :
Widiawati Kholifa
Asal Sekolah : SMK NASIONAL Baureno
Tempat, tanggal lahir : Bojonegoro, 28 Mei 2001
Alamat : Desa Gajah, RT 03 RW 03
Kecamatan Baureno Kabupaten
Status : Pelajar kelas XII Admininstrasi
Perkantoran
FB :
Widiawati Kholifa
No. Telp. : 085233559301
Tidak ada komentar:
Posting Komentar